Diarsipkan di bawah: Coretanku
Ketahuilah saudaraku, shalat Dzuhur dikerjakan ketika kesibukan sedang menumpuk, yaitu saat matahari mencapai puncak. Dengan melakukannya, engkau diharapkan dapat mengingat rezeki yang telah diberikan Allah SWT padamu, sekaligus mengagungkan dan memuliakanNya bahwa tidak ada yang melebihi kepentinganmu selain menyembahNya.
Adapun shalat Ashar dikerjakan pada saat tubuh mulai merangkak menuju puncak kelelahan, yaitu menjelang sore. Dengan melakukannya, engkau diharapkan dapat terus mengingatkan diri terhadap Allah SWT meski kepenatan telah berkuasa.
Sementara shalat Maghrib dikerjakan dalam waktu yang cukup singkat, yaitu ketika matahari telah tenggelam hingga gelap datang. Di saat yang sempit itu, diharapkan engkau untuk bergegas mengingatNya, dan memohon perlindungan padaNya dari kejahatan malam.
Shalat Isya merupakan shalat penutup dari aktivitasmu selama seharian. Lewat shalat ini, engkau diharapkan tidak lupa berterima kasih atas segala yang telah diberikanNya sepanjang hari tadi, serta sadar bahwa engkau adalah milikNya, dan kepadaNya lah engkau akan kembali.
Yang terakhir, sebagai bentuk penghormatan dan ungkapan rasa syukurmu kepada Allah SWT, setelah dikembalikanNya ruhmu selepas bangun tidur, maka diwajibkanlah mengerjakan shalat Subuh. Shalat yang dilakukan di ambang pagi ini merupakan awal aktivitas mengingat Allah SWT, sebelum kesibukan duniawi kembali engkau tekuni.
Dari sepetik uraian di atas, tentunya engkau bisa melihat bahwa shalat yang diwajibkan kepadamu itu serupa suatu persinggahan. Shalat membuat dirimu berhenti sebentar dari segala aktivitas, demi mengingat dan menghadap padaNya. Disaat itulah anggota tubuhmu yang sebelumnya terus disibukkan bergerak dan bekerja, dan pikiranmu yang terus disesaki beragam persoalan dan tugas duniawi, seakan diajak beristirahat sejenak. Shalat merupakan saat persinggahan dimana engkau bisa mendapatkan kembali suatu semangat baru. Shalat merupakan bentuk penyerahan diri kepada Dzat Yang Maha Memiliki Kendali atas semua makhlukNya.
Ketahuilah, shalat fardhu yang engkau kerjakan hanya memakan waktu kira-kira seperempat jam di setiap shalatnya. Tidak sampai satu setengah jam. Sungguh bukan waktu yang lama, dan engkau masih memiliki banyak waktu tersisa untuk melakukan aktivitas lain. Jadi, pantaskah engkau melalaikan perintah itu, wahai saudaraku?
No Comments Yet sejauh ini
Tinggalkan komentar
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>